14, 5 Milyar APBD Bontang Tak Mampu Dimaksimalkan di Tahun 2019

Pemkot Bontang - Syafril D
14 Januari 2020
14, 5 Milyar APBD Bontang Tak Mampu Dimaksimalkan di Tahun 2019 Sekertaris Daerah Bontang Aji Erlinawati menjelaskan ada 3 proyek yang tidak selesai dan diputus kontraknya pada tahun lalu, Selasa (14/01/2020) siang

KLIKBONTANG.com -- Sebanyak tiga proyek fisik di Bontang tidak selesai di tahun  2019. Ketiga proyek tersebut  yakni penurapan sungai kelurahan Gunung telihan, pembangunan gedung baru SD 009 Loktuan dan Pembangunan rumah sakit tipe D.

Ketiga proyek tersebut memiliki total anggaran sekitar 14, 5 M yang berasal dari APBD Bontang  dengan rincian sebagai berikut. Penurapan sungai Gunung telihan Rp 787 juta dengan progres pengerjaan 80 persen , SD 009 Loktuan Rp 6,4 M progres 61,82 persen dan Rumah Sakit tipe D Rp 7, 398 M dengan progres 80,46 persen .

Hal tersebut disampaikan Sekertaris Daerah Bontang  Aji Erlinawati saat ditemui di kantornya di jalan  Moeh Roem, Kelurahan Bontang Lestari, Bontang Selatan Senin (14/01/2020) siang.

Aji menjelaskan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut akan diajukan ke pihak Inspektorat untuk diberi sanksi blacklist, karena tidak mampu menyelesaikan kerjaan yang dibebankan.

\"Mereka saat ikut lelang menyatakan siap, namun hingga akhir pengerjaan pada bulan desember 2019 tidak mampu diselesaikan. Oleh karena itu  kami akan  ajukan untuk di blacklist,\" ujar Aji

Lebih lanjut lagi dia menjelaskan agar kejadian serupa tidak terulang lagi dia akan mengusulkan agar proses pembangunan di Bontang akan lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya salah satu penyebab tidak selesainya kerjaan tersebut karena kurangnya waktu pengerjaan yang dibebankan ke kontraktor.

\"Saya target awal bulan Februari sudah mulai proses pembangunan yang dimulai pelelangan proyek di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bontang ,\" ujarnya

Selain tiga proyek yang tidak selesai tersebut Aji menyebutkan ada beberapa pekerjaan yang masih dalam proses.  Dia menyatakan, meskipun belum selesai di akhir pelaksanaan, kontraktror diberi tambahan waktu untuk  menyelesaikan selama 10 hingga 20 hari karena proyek tersebut telah melewati progres  90 persen.

Proyek tersebut antara lain, pembangunan klinik RSUD Taman Husada, Penurapan sungai Gunung Elai, pembangunan saluran drainase Tanjung Laut, Sarana Penyelenggaraan MTQ dan penggalian pipa PDAM.

\"Kami beri waktu tambahan untuk menyelesaikan kerjaannya. Jika sampai batas waktu yang ditentukan belum selesai akan kami putus kontraknya dan juga akan merekomendasikan ke pihak Inspektorat untuk blacklist,\" pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR