Bapenda : APBD Bontang 2020 Bisa Tembus Rp 2 Triliun Jika Usulan Revisi UU Melalui Rakor Ini Sukses

Pemkot Bontang - Darwin Tri Antoro
11 Oktober 2019
Bapenda : APBD Bontang 2020 Bisa Tembus Rp 2 Triliun Jika Usulan Revisi UU Melalui Rakor Ini Sukses Kepala Bapenda Bontang, Sigit Alfian
KLIKBONTANG -- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang memprediksi kenaikan APBD Bontang di tahun 2020 mencapai Rp 2 Triliun jika rapat kordinasi (rakor) bersama beberapa daerah pengolah gas alam cair yang akan dihelat pada 19 Oktober 2019 sukses digelar.
 
\"Kita akan mengundang sebanyak 11 kabupaten atau kota sebagai pengolah gas alam cair untuk melakukan rapat koordinasi,\" ujar Sigit Alfian, Kepala Bapenda Bontang saat ditemui, 10 Oktober 2019.
 
Adapun yang akan dibahas diantaranya ialah usulan revisi salah satu isi Undang-undang nomor 33 tahun 2004. Pemkot Bontang akan berunding bersama daerah sebagai pengolah gas alam cair lain guna meningkatkan potensi anggaran berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH).
 
Sigit menegaskan seharusnya sebagai daerah pengolah sudah semestinya mendapat porsi lebih besar ketimbang yang tidak mengolah bahkan bukan sebagai daerah penghasil.
 
\"Kita ini resikonya tertinggi sebagai daerah pengolah. Resiko misal jika terjadi insiden meledak hingga dampak lingkungan jauh lebih besar dibandingkan dengan daerah lain,\" cetusnya.
 
Sehingga, semestinya pembagian porsi DBH itu jauh lebih tinggi dan tidak disamakan dengan daerah lain yang bahkan tidak menjadi pengolah ataupun sebagai penghasil gas alam cair.
 
Sigit mengungkapkan hal ini dilakukan berdasarkan instruksi Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni  yang juga sebagai ketua pengolah migas se-Indonesia yang ditetapkan pada 2018 lalu di Balikpapan.
 
\"Ini tindak lanjut kami dengan harapan usulan ini dapat masuk di Prolegnas (Program Legisnasi Nasional ; Perencanaan pembentukan peraturan perundang-undangan tingkat pusat yang memuat skala prioritas) 2020 mendatang,\" jelasnya.
 
Harapan lain ialah semua daerah pengolah juga akan berkordinasi dengan wakil mereka di DPRD RI untuk membahas hal ini yang bersinergi dengan Kementrian Keuangan.
 
\"Kalau itu terjadi, APBD kita di 2020 bisa capai Rp 2 Triliun. Makmur Bontang,\" timpalnya dengan Sumringah.
 
Disebutkan Sigit, bukan kemungkinan jika Bontang bisa menjadi Second Singapore atas kemampuan menjadi rujukan berbagai prestasi nasional yang telah dicapai.
 
Bapenda Bontang akan mencoba  berkoordinasi dengan kabupaten dan kota di daerah lain mensukseskan acara tersebut yang akan dihelat pada 19 Oktober 2019 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang dan berlangsung selama tiga hari.
 
\"Kita akan mengajak Wali Kota atau Bupati beserta unsur DPRDnya hingga instansi Bapenda terkait,\" ungkapnya.
 
Hal inipun, lanjut Sigit, tentu akan berdampak pada bisnis perhotelan dan kuliner di Bontang. Sebab, satu rombongan diperkirakan mencapai belasan orang. Alhasil, perputaran perekonomian kota menjadi bertambah atas kedatangan para tamu kehormatan tersebut. Sebagai persiapan menjadi daerah penyangga ibu kota, Indonesia baru.(inforial)
 
 
TINGGALKAN KOMENTAR