Besaran Nilai SiLPA Bukan Tolak Ukur Bagus atau Tidaknya Pengelolaan Keuangan

Pemkot Bontang - Darwin Tri Antoro
21 November 2019
Besaran Nilai SiLPA Bukan Tolak Ukur Bagus atau Tidaknya Pengelolaan Keuangan Kepala BPKAD Bontang, Amiluddin
KLIKBONTANG.com -- Menyikapi ragam pendapat negatif berbagai kalangan terkait SiLPA Pemkot Bontang, Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Kota Bontang menepis besaran nilai SiLPA menjadi tolak ukur bagus atau tidaknya pengelolaan keuangan.
 
\"Tidak ada tolak ukur bagus atau tidaknya pengelolaan keuangan hanya melalui besaran SiLPA secara keseluruhan. Bukan SiLPA yang mengakibatkan bagus tidaknya suatu kinerja kita,\" beber Kepala BPKAD Bontang, Amiluddin saat ditemui, 19 November 219.
 
Disebutkan Amiluddin, sisa lebih perhitungan anggaran atau selisih lebih realisasi penerimaan dan pengeluaran selama satu periode anggaran tahun 2019 ini hanya mencapai kisaran Rp 100 Miliar.
 
Sebab, boleh jadi lewat SiLPA justru sebuah instansi bisa diketahui tingkat efisiensi penggunaan anggarannya. Mereka yang sudah melaksanakan berbagai kegiatan namun masih ada sisa anggaran.
 
\"Tetapi ada juga SiLPA yang tak bagus. Misalnya jika sudah dianggarkan, tetapi mereka tidak melaksanakan. Itu namanya SiLPA kurang bagus. Kenapa anda menganggarkan tetapi tidak dilaksanakan,\" urainya.
 
SiLPA tidak bisa dihindari karena dipastikan setiap tahun selalu ada. Ia pun memastikan tidak ada yang dapat memprediksi perencanaan penganggaran pemerintah dapat sepenuhnya terealiasasi. Lewat anggaran TPP saja, sudah dipastikan semua pegawai tidak bisa menerima 100 persen dana yang disiapkan. Banyak hal melatarbelakanginya.
 
\"Bisa saja anda sakit, terlambat ceklok, ke luar daerah. Mustahil dalam 23 hari kita semua bisa ceklok sebalum jam 7 pagi begitu juga pulangnya. Dari situlah salah satu sumber terjadinya SiLPA,\" bebernya.
TINGGALKAN KOMENTAR