17 Rombong Disiapkan untuk PKL Bontang, Mau Dapat?

UMKM - Darwin Tri
09 Januari 2018
17 Rombong Disiapkan untuk PKL Bontang, Mau Dapat? Salah satu rombong yang siap disalurkan ke PKL Bontang. (DARWIN TRI/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM- Satu malam Desember, kawasan Pasar Malam Berbas diguyur hujan deras. Anton Supriadi, salah satu pedagang kaki lima segera merangsek ke dalam gedung pasar, menyelamatkan dagangan, berdiri menunggu hujan reda.

Anton lantas menata kembali barang-barang jualan, di bawah atap gedung. Tripleks ditaruh di atas kursi-kursi plastik tanpa punggung, membuat lapak kecil, dan barang-barang lain digantung di paku-paku yang tertancap di tembok.

Itu rutinitas lazim saat hujan. Para pedagang yang sudah memiliki kios pun memakluminya; mereka tak mengusir atau berusaha mengatur. “Kalau hujan, jualannya memang di sini. Kalau enggak hujan, di luar,” kata seorang pedagang celana.

Nasib Anton yang tak memiliki kios memang bisa sedikit terbantu dengan adanya rombong atau gerobak. Namun, Anton bisa sedikit bernafas lega dengan adanya rencana penyaluran bantuan rombong sebanyak 17 unit dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Kota Bontang.

Doddy Rosdian, Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri dan Metrologi Lapangan Diskop-UKMP mengungkapkan 17 rombong akan disalurkan ke PKL yang ada di Kecamatan Bontang Selatan. \"Rencananya, Rabu, 17 Januari 2018 nanti Diskop-UKMP akan menyalurkan 17 rombong ke PKL,\" kata Doddy.

Doddy menerangkan beberapa PKL yang ada di Kecamatan Bontang Barat sebelumnya pun telah disalurkan rombong. Sejak awal program, dia mencatat ada 95 rombong yang telah disalurkan Diskop-UKMP kepada PKL. Termasuk 17 rombong ini.

Rombong berbahan dasar aluminium ini memiliki ukuran 150x70 x170 sentimeter. Bahan aluminium dipilih lantaran lebih ringan dan mampu tahan lama ketimbang kayu. Warna dominasi kuning berpadu hitam tampak menghiasi disertai logo Pemkot Bontang terpampang jelas di depan rombong.

Doddy menjelaskan Diskop-UKMP berkewajiban memberi bantuan sarana dan prasarana kepada industri binaannya. Melalui monitoring yang dilakukan oleh tim menyimpulkan alat berupa rombong sangat diperlukan oleh pelaku usaha.

\"Ini adalah program pembinaan Diskop-UKMP ke pedagang kreatif lapangan. Dana rombong berasal dari APBD dan APBD provinsi,\" ungkapnya

Kebanyakan, kata Doddy, rombong digunakan bagi penjual bakso dan nasi goreng. Syarat mendapatkannya, mereka hanya menyiapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) berdomisili di Bontang dan keberadaan usahanya juga di Kota Bontang. Selain itu, data PKL yang membutuhkan rombong juga didapat dari aspirasi para pedagang yang tergabung pada Asosiasi PKL Kota Bontang.

Doddy mengimbau kepada PKL yang sudah menerima diharapkan dapat meningkatkan usahanya. \"Kita akan monitor perkembangan usahanya minimal dua kali setahun. Kalau ada yang tidak terpakai akan kita tarik kembali untuk diberikan ke PKL yang membutuhkan,\" tukasnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR