Senin, 05 Desember 2022 03:55 WIB

Lifestyle

Simak 6 Tips Ini Agar Fresh Graduate Bisa Cepat Dapat Kerja

Redaktur: M. Yusuf

Ilustrasi (Istimewa/interenet).

JAKARTA - Bagi fresh graduate atau lulusan baru perguruan tinggi, mencari pekerjaan menjadi tantangan tersendiri. Menurut Associate Director HRBP & Performance Fuse, Sukmawati, ada tiga hal yang menjadi penyebab gap (jarak) antara fresh graduate dengan pekerjaan yang diinginkan. 

"Pertama, fresh graduate belum punya pengalaman riil di dunia kerja, karena masuk organisasi kerja akan menjadi dunia yang berbeda dibanding dunia kampus. Kedua, kompetisi yang ketat, yang menuntut fresh graduate tak hanya bersaing dengan lulusan universitas dalam negeri, tetapi juga lulusan universitas luar negeri yang kembali ke Indonesia untuk bekerja. Ketiga, tentang skill atau kemampuan. Banyak skill yang baru ditemukan di tempat kerja dan berbeda dari apa yang dipelajari ketika kuliah," ungkap Sukmawati dalam webinar bertajuk "Career Development 101: Breaking into the Tech Industry", akhir pekan lalu. Webinar ini diselenggarakan startup insurtech Fuse bersama platform pengembangan akademik Ruang Mahasiswa.

Namun, bukan berarti pekerjaan yang diimpikan tidak bisa didapatkan. Menurut wanita lulusan Universitas Indonesia ini, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan agar cepat mendapatkan pekerjaan:

1. Membuat Curriculum Vitae (CV) yang Menarik

Hal ini menjadi sebuah keharusan. Saat ini, banyak situs dan aplikasi yang membantu para pencari kerja untuk mendesain CV yang menarik. CV yang menarik adalah nilai tambah bagi pelamar kerja. Usahakan agar CV menggunakan bahasa Inggris agar bisa dibaca semua pihak.

"Ketika satu lowongan dibuka, email lamaran yang masuk bisa berjumlah ratusan. Yang pertama kali dibuka tentu saja CV, bagaimana isi CV bisa menggambarkan profil pelamar secara keseluruhan. CV yang menarik akan menentukan apakah perekrut akan memproses lebih lanjut atau tidak," ujar Sukmawati.

2. Aktif Melamar Pekerjaan

Banyak orang yang sedang mencari kerja, sedangkan lowongan pekerjaan yang tersedia terbatas. Semakin sering dan semakin banyak lowongan yang dilamar, kemungkinan profil seseorang dilihat oleh perekrut akan semakin besar.

3. Fokus dengan Kualifikasi Pekerjaan

Pelamar kerja sebaiknya fokus melihat kualifikasi serta syarat dari lowongan pekerjaan yang tersedia. Tak hanya itu, pelamar juga harus punya pengetahuan tentang perusahaan yang dilamar.

"Saya sering melihat, fresh graduate terkadang tidak melihat kualifikasi pekerjaan yang diinginkan dengan baik. Misalnya, fresh graduate melamar pekerjaan yang sebenarnya diperuntukan untuk orang yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun atau level manajer. Ada kemungkinan besar CV tidak akan diproses," ujar Sukmawati.

4. Memperluas jaringan (networking)

"Semakin banyak bertemu orang, semakin luas relasi. Maka, bisa jadi orang-orang itu yang akan membuka jalan kita untuk mendapatkan pekerjaan atau posisi-posisi pekerjaan yang baru," ujar Sukma.

5. Be Ready for Anything

Fresh graduate harus menerima segala hal yang mungkin terjadi, misalnya tentang penempatan kerja. Ketika dalam proses rekrutmen menyatakan siap untuk ditempatkan di luar kota, komitmen itu harus tetap dipegang saat kita diterima kerja. Dari sejumlah pengalaman yang terjadi, Sukmawati mencatat banyak pelamar kerja yang lantas batal menerima pekerjaan karena tidak siap ditempatkan di luar kota.

6. Berusaha dan Berdoa

Industri teknologi menuntut talenta yang bisa beradaptasi. Karena itu, Sukmawati mendorong fresh graduate agar selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas diri, misalnya dengan mengikuti dan memperdalam ilmu-ilmu baru lewat bootcamp, kursus ataupun webinar.

"Satu hal yang tak kalah penting: percaya dengan diri sendiri untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang diimpikan. Pahami dan sayangi diri sendiri, ketahui kekuatan dan kelemahan diri. Kalau punya kekurangan, sebaiknya diperbaiki agar tidak stuck di titik itu," pungkas Sukmawati.


TOPIK BERITA TERKAIT: #fresh-graduate #kalimantan-timur #samarinda 

Berita Terkait

IKLAN