Senin, 05 Desember 2022 01:58 WIB

Daerah

Ribuan Guru di Samarinda Gelar Demonstrasi, Anak-Anak Sekolah Diliburkan

Redaktur: Rahmadani

Suasana demonstrasi para guru ASN dan honorer di Balai Kota Samarinda, Senin, 3 Oktober 2022. (Afiliasi.net)

Samarinda, Afiliasi.net - Demi kejelasan insentif dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), ribuan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer di Kota Samarinda menggelar aksi demonstrasi, Senin, 3 Oktober 2022. 

Mereka adalah para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Forum Peduli Guru (FPG) Samarinda. 

Lewat demonstrasi yang digelar di Balai Kota Samarinda itu, para guru laki-laki dan perempuan sepakat menuntut Wali Kota Samarinda Andi Harun, mencabut surat edaran (SE) Nomor 420/9128/100.01 tentang Penyelarasan Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan yang dikeluarkan 16 September 2022 lalu. 

Dalam kesempatan tersebut, guru dengan khidmat menyanyikan hymne guru pahlawan tanpa tanda jasa. Merupakan bentuk protes sekaligus menegaskan posisi guru yang krusial dalam memajukan generasi penerus bangsa. 

Salah seorang guru honorer di MTS Ash Shabirin, Jalan Abdul Sani Gani, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, Ali Wardana mengaku sebagai salah satu guru yang terdampak kebijakan Pemkot Samarinda itu. 

Ali menuturkan, sejak 2014 ia mengabdi di MTS Ash Shabirin, ia bersama guru honorer lainnya aktif mendapatkan insentif. Sebesar Rp 700 ribu per bulan sejak Sekolah Menengah Atas (SMA) ditarik ke bawah naungan Pemprov Kaltim. 

Adapun dari kebijakan baru Pemkot Samarinda itu, Ali terdampak pada poin kelima. Ia salah satu dari 1.302 guru dan tenaga kependidikan di sekolah yang berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag) yang dibayarkan insentifnya menjadi 6 bulan saja. 

Sebelumnya, Ali menjelaskan insentif yang diterimanya adalah selama satu tahun penuh yang dibayarkan 4 kali. 

"Sebulan Rp 700 ribu, dicairkan per tiga bulan sekali. Jadi kalau mengacu surat yang baru itu hanya setengahnya saja," imbuhnnya. 

Hampir sekitar 1 jam aksi berlangsung, tak berselang lama Wali Kota Andi Harun datang menemui masa. Ia menyayangkan sikap guru yang menurutnya tak mengedepankan upaya dialog. 

"Ada ASN yang tidak mendahulukan dialog. Kalian ASN yang disumpah oleh negara. Bahkan mengorbankan dengan meliburkan anak-anak," ucap Andi Harun. 

Usai menemui masa, Andi Harun meminta perwakilan guru hingga 15 orang untuk menyampaikan aspirasi. Ia pun menegaskan bahwa tak ada niat Pemkot Samarinda menghapus insentif para guru di Kota Tepian. 

"Tidak ada penghapusan," tegasnya. 

Hingga berita ini diterbitkan, sejumlah perwakilan guru masih mengikuti audiensi sesuai arahan Wali Kota Andi Harun untuk menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #insentif #tpp #guru-asn #honorer #samarinda #andi-harun #pemkot-samarinda 

Berita Terkait

IKLAN